road race tasik

road race tasik
sercuit peusar

Rabu, 04 Mei 2011

PENGERTIAN DEBAT

PENGERTIAN
* Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar. Diskusi bisa berupa apa saja yang awalnya disebut topik. Dari topik inilah diskusi berkembang dan diperbincangkan yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu pemahaman dari topik tersebut.
(Sumber : wikipedia.org)
* Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar.(sumber: dajal007.bedeng.com) selain itu Diskusi juga dapat diartikan sebagai sebuah proses tukar menukar informasi, pendapat, dan unsur unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas, lebih teliti tentang sesuatu atau untuk mempersiapkan dan merampungkan.
(sumber: dajal007.bedeng.com)
* Diskusi adalah suatu cara bertukar pikiran antara 2 orang atau lebih mengenai suatu topik tertentu. Yang terjadi dalam suatu diskusi adalah keadaan yang cukup menyenangkan, di mana para peserta mengutarakan pendapatnya masing-masing mengenai suatu subjek tertentu. Sifatnya berbentuk intelektual dan emosi tidak banyak berperan dalam bentuk bertukar pikiran ini.
(sumber : krishnamurti.or.id)
* Diskusi adalah percakapan yang komunikatif antara dua orang atau lebih tentang menyepakati “make a deal” mengenai suatu topik pembicaraan.( Sumber : wordnet.princeton.edu )
* Diskusi adalah sebuah perdebatan yang bersifat informal (sumber : inspection.gc.ca/english/corpaffr/publications/riscomm/riscomm_appe.shtm)
* A discussion is an oral exploration of a topic, object, concept or experience. All learners need frequent opportunities to generate and share their questions and ideas in small and whole class settings. Teachers who encourage and accept students’ questions and comments without judgement and clarify understandings by paraphrasing difficult terms stimulate the exchange of ideas.
(sumber : olc.spsd.sk.ca/DE/PD/instr/strats/discussion)
* Menurut saya diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok dalam proses tukar menukar informasi, pendapat, dan unsur unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas.
Persyaratan Diskusi
• Berkomunikasi dalam kelompok dengan catatan :
1. Tata tertib tidak ketat.
2. Setiap orang diberi kesempatan berbicara.
3. Kesediaan untuk berkompromi.
• Bagi peserta diskusi :
1. Pengertian yang menyeluruh tentang pokok pembicaraan.
2. Sanggup berpikir bebas dan lugas.
3. Pandai mendengar, menjabarkan dan menganalisa.
4. Mau menerima pendapat orang lain yang benar.
5. Pandai bertanya dan menolak secara halus pendapat lain.
• Bagi pemimpin diskusi :
1. Sikap hati-hati,cerdas,tanggap.
2. Pandai menyimpulkan.
3. Sikap tidak memihak.
Pola-Pola Diskusi
Prasarana
1. Penyajian bahan pokok oleh satu atau beberapa orang pembicara dengan prasaran tertulis (makalah, kertas kerja).
2. Tanggapan terhadap bahan pokok oleh pembicara lain (penyanggah / pembahas).
3. Tanggapan peserta diskusi (forum) terhadap bahan pokok.
Ceramah
1. Seorang / lebih penceramah menguraikan bahan pokok.
2. Tanggapan, sanggahan atau pertanyaan dari forum untuk meminta penjelasan yang lebih teliti.
Diskusi Panel
1. Bahan pokok disajikan oleh beberapa panelis. Panelis meninjau masalah dari segi tertentu.
2. Tanggapan, sanggahan atau pertanyaan forum untuk meminta penjelasan dari panelis.
Brainstorming
1. Bahan pokok yang dipersiapkan ditawarkan kepada peserta diskusi oleh pimpinan.
2. Tiap peserta diminta pendapat dan gagasannya. Sebanyak mungkin orang diajak bicara dan setiap ide dicatat.
3. Berbagai ide disimpulkan dan ditarik benang merahnya. Kesimpulan ini kemudian dijadikan kerangkan pembicaraan dan pembahasan lebih lanjut.
DIALOG
PENGERTIAN
* Dialog secara etimologi terdiri dari dua kata yang berasl dari bahasa yunani διά (dia)yang artinya jalan batu cara dan λόγος (logos) yang berarti kata sehingga dialog dapat diartikan sebagai bagimana cara manusia dalm mengunakan sebuah kata. .
( sumber:en.wikipedia.org)
* Pemikiran David Bohm (1917-1992), seorang fisikawan yang mengembangkan teori komunikasi yang berbasis pada teori kuantum dan teori relativitas, patut dipertimbangkan. Menurutnya, dialog bukan diskusi. Bahkan, dialog berlawanan dengan diskusi yang punya kecenderungan menuju sebuah goal tertentu, mencapai sebuah persetujuan, memecahkan persoalan atau memenangkan opini seseorang. Dialog bukan sebuah teknik untuk memecahkan persoalan atau sarana resolusi konflik.(sumber:kaosblog.com)
* Dialog juga dapat diartikan sebagi sebuah percakapan timbal balik antara dua orang atau lebih.(sumber: merriam-webster.com)
* Hans-Georg Gadamer melukiskan dialog sebagai proses dua pihak yang saling memahami satu dengan yang lain dimana setiap orang membuka dirinya untuk menerima cara pandang orang lain sebagai hal yang layak dipertimbangkan. (Gadamer 1979:347)(sumber: kaosblog.com)
* Dialog sebenarnya menyatakan proses berpikir dan perubahan cara berpikir menjadi proses berpikir yang kolektif. Pada proses dialog saat orag lain berkata sesuatu, pihak lain mendengarkan dan memberikan respon yang menyatakan bahwa ia sependapat dengan orang yang sebelumnya.
(sumber : wikipedia.org/bohm_dialogue)
* Menurut saya Dialog adalah proses dua pihak yang saling memahami satu dengan yang lain dalam bertukar informasi.
DESKRIPSI DIALOG
1. Banyak orang terjebak pada penyamarataan dialog dan diskusi. Lebih parah lagi, meskipun judulnya dialog, yang terjadi adalah debat, baik debat terbuka maupun debat intern dalam diri kita sendiri.Bagi Bohm, tujuan dialog adalah menyingkap ketidaklogisan dalam pemikiran kita. Dengan melakukan itu, sangat mungkin untuk menemukan atau membangun kembali sebuah kesadaran kolektif yang original dan kreatif. Proses dialog adalah proses penyadaran.
Dalam dialog, sekelompok orang dapat mengeksplorasi prasangka-prasangka (a
priori, pre-judgments) yang secara halus mengontrol suatu proses komunikasi.
Prasangka (ide, keyakinan, perasaan) inilah yang sebenarnya berperan penting dalam
menentukan suatu komunikasi sukses atau gagal. Dialog dengan demikian menjadi
sarana observasi secara kolektif untuk menyingkap nilai-nilai dan intensi-intensi
tersembunyi yang mengontrol perilaku kita. Dalam bahasa Bohm, dialog adalah suatu
arena dimana ‘collective learning’ terjadi yang memunculkan perasaan harmoni,
persahabatan dan kreatifitas.
Karena kondisi alamiah dialog yang eksploratif, maka menurut Bohm, tidak ada suatu
metode yang tetap dan aturan yang baku untuk ditetapkan sebagai dasar dialog. Bagi
Bohm, esensi dialog adalah belajar, “….not as the result of (consuming a body of
information or doctrine imparted by an authority, nor as a means of examining or
criticising a particular theory or programme, but rather as part an unfolding
process of creative participation between peers”.
Dalam pemikiran Bohm, beban terberat dalam memulai dialog adalah mengenal
pikiran, dorongan dan prasangka yang ada di dalam diri kita. Karenanya, selain
mendengarkan orang lain, hal yang tak kalah penting dalam dialog adalah
mendengarkan diri kita sendiri (menurut Bohm, mendengar sama pentingnya dengan
berbicara). Dalam proses ini kita harus membawa ke permukaan segala reaksi,
dorongan, perasaan dan opini sehingga hal-hal tersebut bisa dilihat dan dirasakan dan
juga direfleksikan oleh orang lain. Dengan menaruh perhatian pada dorongan dan
perasaan yang selama ini begitu kuat mendeterminasi secara bawah sadar bagaimana
kita melihat dan bersikap terhadap orang lain maka perasaan itu, layaknya pencuri,
akan merasa malu dan melepaskan cengkramannya.
Jika tahapan ini sudah bisa dicapai, maka kita akan bisa melihat makna yang lebih
dalam yang terbentang dalam proses pemikiran kita dan merasakan struktur yang
tidak koheren dari setiap tindakan kita yang secara otomatis selalu kita lakukan. Jika
setiap kelompok masyarakat yang berdialog mampu mengungkap setiap prasangka
yang tersembunyi itu maka seluruh proses yang mengalir dari pikiran, ke perasaan,
ketindakan dapat menyingkapkan sesuatu yang lebih dalam, makna yang lebih halus,
yang membawa ke suatu koherensi baru atau dalam istilah Bohm, collective
intelligence.
Secara teknis Bohm menyarankan agar peserta dalam proses dialog itu berkisar antara
20 sampai 40 orang yang duduk saling berhadapan satu dengan yang lain dalam suatu
lingkaran. Sementara untuk lamanya berdialog, Bohm melihat durasi dua jam adalah
batas maksimal. Jika waktu berdialog terlalu lama, akan beresiko terjadi kebosanan
yang berakibat pada berkurangnya kualitas dialog. (sumber: kaosblog.com)
2. Hubungan dialog mempunyai ciri yang alamiah , hal tersebut dapat mengurangi dan menyempurnakaan logika tidak hanya dari segi tata bahasa. Mereka juga dapat membicarakan subjek yang berfariasi., dimana tidak ada bahasa ataupun kata – kata yang tidak mereka mengerti. (sumber : Philosophical, theological, and social concept dari wikipedia)
DEBAT
PENGERTIAN
* Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Secara formal, debat banyak dilakukan dalam institusi legislatif seperti parlemen, terutama di negara-negara yang menggunakan sistem oposisi. Dalam hal ini, debat dilakukan menuruti aturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat dapat dihasilkan melalui voting atau keputusan juri.(sumber: id.wikipedia.org)
* Debat adalah suatu diskusi antara dua orang atau laebih yang berbeda pandangan , dimana antara satu pihak dan pihak yang lain saling menyerang.(sumber : eduscpes.com)
* Debat terjadi di mana unsur emosi banyak berperan. Para peserta di sini lebih banyak hanya hendak mempertahankan pendapatnya dan hanya ada sedikit ruangan dalam batinnya, kalau ada, untuk mendengar dengan baik pendapat orang lain. Suasana menjadi ‘ramai’ dan sifat diskusi yang damai tidak terjadi. Masing-masing peserta hanya mau ‘mendengar’ pendapatnya sendiri-sendiri dan berkehendak agar supaya peserta lain menyetujui pendapatnya. Jadi ada unsur pemaksaan kehendak. (sumber : krishnamurti.or.id)
* Debat adalah aktivitas utama dari masyarakat yang demonstratic(sumber : pbs.org)
* Debat adalah sebuah kontes antara dua orang atau grup yang mempresentasikan tentang argument mereka dan berusaha untuk menunmngkan argument dari lawan mereka.(sumber: triviumpursuit.com)
* Debat adalah sebuah metode formal untuk mempresentasikan argument yang terdiri dari rgumen yang menyuport issue dan yang menentang issue yang diangkat
(sumber: thepeoplespeaks.org)
* Menurut saya Debat adalah adu argumentasi antara dua pihak atau lebih dalam mendiskusikan yang berbeda pandangan dalam menanggapi suatu informasi.
Deskripsi Tentang Debat
tipe – tipe debat memiliki empat tipe antara lain :
• Parliamentary Debate. Debat yang terjadi di universitas – universitas
• Lincoln-Douglas Debate (also called value debate) is modeled after the namesake for
the activity. In an Illinois election of the mid-1800s, Abe Lincoln and Stephen A. Douglas debated the slavery issue before audiences in different towns around the state. In LD debate two contestants will debate topics centered around moral issues or propositions of value or preference. Here are some examples of topics appropriate for LD debate: capital punishment; abortion; or euthanasia. Typically, all public and private schools will debate the same topic. A new topic is chosen every two months (the topics are chosen by some public school debate organization). The public/private school topic for November and December of 1996 was: Resolved, when in conflict, a business’ responsibility to itself ought to be valued above its responsibility to society. The topic for January and February of 1997 is: Resolved, In United State’s policy, the principle of universal human rights ought to take precedence over conflicting national interest
• Cross Examination Debate (also called policy debate or team debate). In this type of
debate two teams (two students each ), one representing the affirmative position and one representing the negative position, will debate topics of public or government policy. Here are some examples: Resolved, that chain stores are detrimental to the best interests of the American public (1931); Resolved, that all electric utilities should be governmentally owned and operated (1937); Resolved, that the federal government should own and operate the railroads (1940); and, Resolved, that a federal world government should be established (1943). Typically, all public and private schools will debate the same topic all year long (some public school debate organization picks a new topic each year). The public/private school topic for the 1996-1997 school year is: Resolved, that the federal government should establish a program to substantially reduce juvenile crime in the United States.
• Academic Debate. These are debates of a purely academic nature. An example of this type of debate would be creation/evolution debates.
(sumber : triviumpursuit.com)
Debat mensyaratkan kedewasaan untuk berbeda pendapat. Dengan Debat permasalahan bisa dicari solusinya dengan tepat atau justru memperkaya masalah tertentu dengan masalah baru. Makanya tidak heran, bagi orang yang tidak menyukai masalah, dia sangat engan berdebat. Baginya Diam itu Emas, sedangkan Debat bisa menimbukan Konflik atau minimal debat kusir yang tidak ada juntrungannya. Perlu dicatat, bahwa Dunia ini selamanya adalah konflik. Debat juga proses manajemen konflik antara yang pro dan kontra.
debat adalah sebuah proses yang menyatakan bagaimana merubah sesuatu yang ada. Debat merubah bagaimana cara berpikir kita. Didunia nyata debat terjadi setiap hari bahkan tapa sadarpun qta bias melakukan sebuah perdebatan. Prosedur dari berdebat mungkin sama saja yang membedakan hanya sisi berpikirnya saja, berad pada sisi yang baik atau sisi yang buruk. (sumber :debate.uvm.edu)
Kata ‘debat’ dalam pengertian umum dapat dikatakan sebagai ‘pembahasa mengenai
suatu masalah yang dilakukan secara langsung atau tatap muka dua orang atau lebih
yang mengandung adanya pertentangan atau perbedaan
pendapat’. Perdebatan itu sendiri bisa dilengkapi dengan panelis dalam bentuk regu. Atau kalau panelis tidak dilibatkan, seorang moderator selain bertindak mengatur lalu lintas pembicaraan, namun juga bisa ikut mendalami masalah atas isu yang sedang dikembangkan. (sumber : waspada .co.id)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar